Monday, Sep 06th

Last update:04:45:18 AM GMT

Headlines:
You are here: Home Seputar Wonosobo Tradisi Masyarakat Mendengar dan Melihat

Tradisi Masyarakat Mendengar dan Melihat

E-mail Cetak PDF
SERAHKAN TUMPENG: Ketua DPRD Wonosobo Joko Wiyono SE (kanan) menyerahkan potongan tumpeng kepada Ardian Kristanto SE disaksikan Bupati Drs HA Kholiq Arif MSi, menandai peresmian gedung studio G2 FM, kemarin malam (foto:Sudarman)

Ketua DPRD Wonosobo, Joko Wiyono SE menyebut, tradisi masyarakat bukanlah membaca, tetapi mendengar dan melihat. Sehubungan dengan itu, maka kehadiran radio sebagai media elektronik masih mendapat tempat dan relatif dibutuhkan. Hal itu disampaikan Joko Wiyono pada peresmian gedung studio radio G2 FM (PT Radio Talenta Gema Nada) Wonosobo. Peresmian gedung studio di komplek Abragen, dilakukan Bupati Drs HA Kholiq Arif MSi dengan penandatanganan prasasti, dilanjutkan pemotongan nasi tumpeng oleh Ketua DPRD.

Joko minta tiap permasalahan yang terjadi di daerah pegunungan tersebut, bisa dan boleh diangkat oleh radio. Namun demikian, penyiarannya harus dilakukan secara arif. Lembaga penyiaran ini harus mengedepankan netralitas, independen, profesional dan terus inovatif.

Bupati H Kholiq Arif mengatakan, keberadaan radio G2 FM mampu memberi warna tersendiri bagi pembangunan dan dinamika masyarakat Wonosobo. Untuk itu, G2 FM harus selalu meningkatkan kualitas dengan mengedepankan profesionalismenya.

Dengan menggandeng atau menjalin kerja sama dengan SMK Informatika, lanjut Bupati, diharapkan penyiaran bidang pendidikan daerah ini lebih menggema dan memotivasi kreatifitas berbagai lapisan masyarakat.

Direktur Radio G2 FM Wonosobo mengatakan, sebelum menempati gedung studio baru, selama lima tahun pihaknya menyewa studio di Jalan A Yani. G2 FM merupakan radio hiburan dan informasi. Dia juga menyebut, saat ini G2 FM membuka jaringan atau network dengan 13 radio lain di berbagai kota.(SM)